Sat 2 Aug 2008
Posted by bunga39merahAugust 2nd, 2008 under
General MusingsNo Comments
Mood : loved
Bismillaahirrahmanirrahim
Salam. Hope all of us are in Allah
’s blessings and He is the only one that can give all the blessings. SubbahannAllah.
Days after days, hours after hours, minutes after minutes, seconds after seconds, time never waits for us. It’s so amazing when looking back down the road, analysing the ups and downs that I’ve gone through years after years. Didn’t realise how Islam slowly blends into my life for almost 10 years already….plus minus all the fluctuating Iman, that leaves to less than 10 years. *sigh*
I just feel that my Iman is still not enough compensating all the blessings and gifts from Allah
. SubbahannaAllah. But I know Allah
is Ar-Rahman…Ar-Rahim…He loves all His servants who remembers Him and all that we need to do is just constantly chase His Love. The love that He constantly gives without us realising it. *sigh* Plus no matter how bad we are, He still gives us that love.
No matter how much you chase other love than Allah
, it is still His Love that gives more and more compared to any other love.
But…….
“Mudah-mudahan Allah
menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah
adalah Maha Kuasa. Dan Allah
lah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Mumtahanah ayat 7)
Assalammualaikum Warahmatullah
Share This
Sun 27 Jul 2008
Posted by bunga39merahJuly 27th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Assalammualaikum…….huhuhu i know i havent been writing here….It has been a while, huh?Hmm…..typical me, busy superwoman? Nay~~~
I remember a friend of mine mentioned that, there are symptoms of stress by which people do not realise…
“owh”, i said “really? Such as?”
And she said…”Writing in a diary”
…..hahahha true true…..especially when we are really2 down, and we do not have anyone to talk to….mostly ‘girls’ would write in their diary…hmmm today its more likely to be ‘blogs’.
But She continues….”Its good having a diary, because it in return ‘heals’ the ’stress’.”
Hmm…..’yarr’ this is one of the reason i’m writing, hahahha, i’m not happy tonight. I can’t sleep, thinking all my ups and downs….here is my story…
Just now, as i was laying down on my bed, i found my quran that i just bought today laying next to me. So i said to myself “ehhh i better look through this quran rather than thinking all the ‘menyakitkan kepala’ hahaha…”
And guess what, i just turn to a page in the Quran, with all my sad feelings hoping to get something out of it without referring to any ayat specifically…then wooshhh Surah Al-Hadid Ayat 22..
“No calamity befalls on the earth or in yourselves but it is inscribed in the Book of Decrees (Al Lauh Al MAhfuz) before We bring it into existence. Verily that, is easy for Allah
”
Then I saw a little foot note relate to that ayat…..saying:
Narrated Ibn Abbas (RadiaAllahu anhu): “Once I was behind the Prophet (S.A.W)and he said:”O boy, I will teach you a few words:
a) Be loyal and obedient to Allah
[worship Him(alone)], remember Him always, obey His Orders. He will save you from every evil and will take care of you in all the spheres of life.
b) Be loyal and obedient to Allah
, you will find Him near (infront of you) i.e. He will respond to your requests.
c)If you ask, ask Allah
.
There…..we don’t need diary…..we don’t need blog but we need Allah
……The reason why i write tonight, another friend of mine indirectly reminded me about this abandoned blog….So here…..I said to myself…..Ahahhh…..Quran really drives me to continue my dakwah here. I need to write….share this ayat with anyone out there who could be having the same feeling as i do ‘just now”..ehemmm…being sad? HEhehehe
Bah ehhh nah sleepy eyes….I love you Quran……;)
Share This
Wed 18 Jun 2008
Posted by bunga39merahJune 18th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Wed 18 Jun 2008
Posted by bunga39merahJune 18th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Tue 3 Jun 2008
Posted by bunga39merahJune 3rd, 2008 under
General MusingsNo Comments
Below is a recent article that I read from kebunhikmah.com
CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :
1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits
a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah
, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)
b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah
yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah
.
Bila seseorang memahami sifat Allah
yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah
di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah
untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah
yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.
c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah
.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah
, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah
, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.
d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam
Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.
e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud. Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika tahu bahwa makanan yang diberikan padanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in meng-khatamkan Qur’an dalam satu kali sholatnya. Atau cerita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah sholat wajib sendiri kecuali berjamaah di mesjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk mesjid. Inilah cerita-cerita teladan yang mampu menggetarkan hati seorang yang sedang meningkatkan keimanannnya.
2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah
yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an. Salah satu keajaiban Al Qur’an adalah struktur matematis Al Qur’an. Walau wahyu Allah
diturunkan bertahap namun ketika seluruh wahyu lengkap maka ditemukan bahwa kata tunggal “hari” disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Al Quran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah. Dan masih banyak lagi keajaiban dan mukjizat Al Quran dari sisi pandang lainnya yang membuktikan bahwa itu bukan karya manusia. Masih banyak pula mukjizat lainnya di alam ini yang membuktikan bahwa alam ini memiliki struktur yang sangat sempurna dan tidak mungkin tercipta dengan sendirinya. Adalah lumrah, bahwa sesuatu yang tidak mungkin diciptakan manusia, pastilah diciptakan sesuatu yang Maha Kuasa, Maha Besar. Inilah yang menambah kecilnya diri kita dan menambah kekaguman dan cinta serta iman kita kepada Sang Pencipta alam semesta ini.
3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah
. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).
SEBAB-SEBAB TURUNNYA KADAR IMAN :
Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :
1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.
2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah
, sifatnya tidak tulus, tidak punya rasa takut dan malu (kepada Allah
), tidak merasa berdosa (tidak perlu tobat), dan bisa jadi ia menjadi sombong karena tidak merasakan pentingnya berbuat rendah hati dan sederhana.
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah
, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah
akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah
.
3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah
. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai dari zinah pandangan mata yang dianggap dosa kecil kemudian berkembang menjadi zinah tubuh. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar. Karena itu basmilah dosa-dosa kecil selagi belum tumbuh menjadi dosa besar.
4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah
menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. Perang antar keduanya berlangsung terus hingga si empunya jiwa meninggal dunia. Adalah sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya. Seperti sabda Rasulullah, “..barang siapa yang diberi petunjuk Allah
maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”. Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.
Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :
1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah
maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah
, membujuknya melakukan dosa.
2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah
SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah
serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Tujuan hidup manusia seluruhnya untuk akhirat. Apapun kegiatan dunia yang kita lakukan, seperti mencari nafkah, menonton TV, bertemu teman dan keluarga, seharusnya semua itu ditujukan untuk meraih pahala akhirat. Tidak secuilpun dari kegiatan duniawi boleh dilepaskan dari aturan main yang diperintahkan atau dilarang Allah
. Ibnul Qayyim mengibaratkan hati sebagai suatu wadah bagi tujuan hidup manusia (akhirat dan duniawi) dengan kapasitas (daya tampung) tertentu. Ketika tujuan duniawi tumbuh maka ia akan mengurangi porsi tujuan akhirat. Ketika porsi tujuan akhirat bertambah maka porsi tujuan duniawi berkurang. Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.
3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah
, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran. Teman dan sahabat yang sholeh sangat penting kita miliki di zaman kini dimana pergaulan manusia sudah sangat bebas dan tidak lagi memperhatikan nilai-nilai agama Islam. Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab. Demikian pula seorang pria bisa merasa bersalah bila ia membicarakan aurat wanita diantara orang-orang sholeh. Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.
Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi. Paling tidak kita termasuk orang-orang yang lebih beruntung dibanding orang lain yang belum sempat mengetahui “sebab-sebab naik-turunnya iman” dalam tulisan ini. Mari kita ingatkan teman-teman kita dengan menyebarkan tulisan ini.
Sumber :
1. Sebab-sebab Naik Turunnya Iman, oleh Syaikh Abdur Razzaaq al-Abbaad
2. Asma’ul Husna, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
3. Penawar Hati yang Sakit, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Share This
Tue 3 Jun 2008
Posted by bunga39merahJune 3rd, 2008 under
General Musings1 Comment
Assalammualaikum,
Alhamdulilah, I still got the chance to write again in this blog. Everyday, new things happened unexpectedly. Subbahannallah, Allah
has planned all this sometimes without our realization.
Yesterday, I was caught in the act by a colleague when we had this conversation on STDs (you should know what this thing stands for aytee ;)) We got carried away in this conversation slowly towards Islam. Laaahhh….In my head- “YES !this is my chance to say out everything I could about Islam.!”
Surprisingly, whenI stopped the ‘Islam Talk’,she wouldnt allowed me, LOL. So, heyy she is talking to ME, hubs hubs….I was so happy that after how many years being her colleague, she finally opened up this conversation with enthusiasm. Rasa kan supaya inda hilang semangatnya atu, ku dulur tia apa ia tanya.
Anyway, we didnt just stop there. She forced me to say more. She drag me to a pc and asked me for files or any sources that she could read about Islam. I was like hmmm not really panicking but, it was hard to calm her down. So I offered her if she wants to join me to learn more about Islam because, its a process. I could not just tell her about Islam everything in just an hour or two. So she planned to meet every Sunday morning. Huhu…
Ok, that was yesterday. That night I was thinking so hard on how to make sure that friend of mine does not lose her spirit as Sunday morning was no good for me as I am doing my Quran tafseer every Sunday morning. But MasyaAllah, Allah
is the best planner of all. Today, at work, I met her again, and guess what? She wants to find a slot during week days in the morning, as we work in the afternoon. Having that conversation, my other colleague came to hear it, she wants to join. “Wahhhh! “-I said to myself, am i dreaming or what? Hik hik hik.
In the end, we agreed to learn about Islam every Wednesday morning 9:30-11:30am at the library. Isnt that is great? But not stopping there, they even want to get started today, when we had our last free period of the day. They said they can’t wait to get started huhuhuhu so we had it started today. It was great, although I was being ‘bidan terjun of the day’. LOL.
Now thinking about it, our friendship, regardless how different we are, in my heart, I always prayed so that Allah
will open their hearts to get to know more about Islam, to get close to Him. Indeed Iused to give them bit and bit of Islam talks in any how, without pushing so hard that could turned them away. That little work of mine is infact works! hey..Dakwah is an art, it needs lots of patience!
Bahhh That’s all i want to share. Need to do my homework! K insyaAllah, apa saja usaha kitani yang ikhlas kerana Allah
swt, hasilnya, walau inda nampak di dunia, di akherat ganjarannya.
Wassalammualaikum warahmah.
Share This
Fri 30 May 2008
Posted by bunga39merahMay 30th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Salam sejahtera.
Eheheh talking about eggs, i forgot i was boiling eggs. Kali kan buat post ani tadi tebaca egg, tarus melumpat “Alahh talur rabusku!” Ehehe alhamdulilah perfect time.
My husband just got back from his parents house. So i asked him, apa ada sana?
He said. “Nada papa, pipi ngantar kerita ke workshop”.
“Eh, napa kerita?”
He said,”Condenser nya bocor, mesti tukar, kalau bali baru $500, lau yang made in Thailand $300 labeh”
I said “Oh, iakah?Mahal Jua, bah tukar saja.”
In my head—> Hmm mesti rezki orang workshop atu, macam its the right time jua ia bocor atu, macam tahu saja cukup duit ku menganti ehehe…..mesti Allah
punya plan.
See? When you understand how life works, everything seems to be fine. Some people I’m sure he or she would be frustrated and bla bla bla. But if this is how Allah
wants how it works, redha saja….:-P
Share This
Fri 30 May 2008
Posted by bunga39merahMay 30th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Ehehhe baru jo ku mem-post. Pasal apa nah? I just charged my phone. Before that, I was looking for my phone ani, di dalam bag, inda bebatrry, at the same time, I saw my Quran. Looking at it, wahhh, I like pretty Quran, I mean the covers that are stylish, not saying the others are not pretty. Its meant to be read and understand. Its the idea so that it caught my eyes wanting to read more and more.
Iatahbah, as i charged my phone, i switched it on just in case someone would messaged me. Yup…got one message, ahahhh…..+20 something….huhuhu numbur mana lagi nie. So i read, owhh it’s one of my friend i met online. She said she saw a quran, bla bla dari syria I think….couldnt be bothered dari mana, she saidd ada plus plus lagi….colourful bla bla bla…Ehhhh aku mauuuuuu i said to myself…..She was offering if i’m interested buying them. Duh, apa lagi I said mauuuu bah how to post moneyh?
Then in my head, ehh that was quick. Without thinking, i just texted her back confirming that I want the Quran. LOL. I think its me, suka bali Quran then give to someone. Now makes me think, siapa punya rezeki ni Quran ani?. Cause I knew, what ever Allah
gives us, it does not mean its yours fully. You might just a bridge between Allah
and the person who has right on the rezq. And this incident happened all the time. Buy something, then end up with someone else….
Macam tahu saja bah my friend atu. Wahhh….I wonder it really sampai or not. InsyaAllah kalau rezq takkan ke mana.
Share This
Fri 30 May 2008
Posted by bunga39merahMay 30th, 2008 under
General MusingsNo Comments
kruuukkkk..kruuukkkkk….huh….Bunyi almari ku pindah2…hik hik hik. Eh, awu ahhh today is holiday, wahhh what’s in my head? Bek pulang ku pindah2 almari ku ani…boring ku sudah ia disini ani. LOL. I can never change. It took me about an hour to move them, regardless the number of books. It makes me happy :-D. Why? Because they have rights to move. Hahahaha….apakan….nadawah. Its just the old me. Suka pindah2 furnisinggg. When I was at my parents house, I was always the super girl who likes to move things around. Sampai2 my cousin who would come and visit us every once a year during raya, she would commented, mesti C S*** ni punya keraja. True true…..;). Eheks. Tapiiii….when I was at UBD doing my ehem2….my cousin ani a Ketua Lecturer lah what ever you call that position. Iatah I saw her, and first thing she said to me eh, ehhh masa raya bah…semenjak ko kawin2 inda g berubah2 bilik tamu kamu. LOL……mun paham bisai. Bah ke rumah ku pulang =P Dorang sekeluarga tu yang malar serombong kerumah, kalau terjumpa aku….they would say…mun ada c s*** mana sama ni positionnya ahahaha.
Bah bah back to my mimpi yang ku mention ahh..While I was moving my shelves ani, with books on them, I knew my Tafser Mimpi is there. At first, ehh liat kah inda ah? Gatal hati bah bahhh lets move these first then I’ll sit and read. Love reading tapi jumping from books to books that seems never end LOL* So, I look through one of the books about the dream interpretations. I couldn’t find any matches, so I browse through another book, ahaaaaa……this more sounds like my dream!!
The first part of my dream…the wave that looks scary, huge……this is what the book says…
“Bermimpi melihat laut bermaksud raja yang besar apabila airnya tidak keruh atau tidak mengerikan gelombangnya.”
Eheheheh my huge wave was a bit scary so it’s a meaningless dream? I leave it to Allah
. Next was something that I wouldn’t expect…
“Barang siapa yang bermimpi di puncak gunung maka maksudnya dia dapat mengatasi lelaki yang sifatnya seperti gunung itu keras dan kasar.”
Wahahahah….i remember i was on a high place when I saw the big wave, and it feels like I was on top of a mountain or something similar to that. So i guess that was more close to what i had in my dream. LOL. Ok the next bit, the one I mentioned about egggs…
“Telur yang belum di ketahui jenisnya ditakbirkan tentang wanita yang bergaya.Takbir ini apabila bermimpi memilikinya atau mendatanginya.”
LOL……sounds familiar?…ahahaha gurls out there….yang paham who you are, ada terasa kah?=P~~~LOL
Bah bah thats all…sambung lagi insyaAllah.
Wallahualam…..serahkan semua kepada Allah
.
Share This
Fri 30 May 2008
Posted by bunga39merahMay 30th, 2008 under
General MusingsNo Comments
Assalammualaikum warahmah…
Alhamdulilahhh….I still got the chance to live today….Friday….My favorite day…=D It was the day I got married, Its also the days I would see my friends whom I love because of Allah
=p…you know who you are…lub yeww =D ahaks*
‘Few days ago (I think~~, can’t t really remember when, i’m being random here ;) ),anyway… I had a weird dream….It was pretty scary though. It goes something like this…I was viewing from a high place, like it could have been on a mountain. From there I was looking at a big wave covering an area where there could have been a village or something. The wave was huge…then somehow in the same dream I was looking at eggs being arranged in an orderly manner, piling up like a bee house. Each ends of each eggs is being squashed in as such it can connect to eah other. Weird huh? Heheh
Dream is very unique. Its one of the branches of books that i love to read. Especially when it is islamically. I’ve got some books which are Dream Interpretations Based On Quran and hadith.
I just love reading them though I don’t have the skill to interpret dreams…heheh…
Love to say more here but i really have to go. Again, insyaAllah in Allah
’s will…I’ll type more here.
(Salnya aku kan melayan ada urang atu di yahoo bah :P~~)
‘Semoga anda tergolong diantara hamba-hamba Nya yang beriman dan beramal soleh’ Amin
Share This